Aller Anfang ist (nicht) schwer!
Wah, saya bisa dimarahi nih sama yang bikin pepatah jerman "Aller Anfang ist schwer" (semua permulaan itu sulit). memang sih, kalo kia berhadapan dengan sesuau yang baru kita cenderung lebih "waspada" karena kita ingin kesan pertama itu selalu ok. tapi kalo kita memaknai pepatah ini sebagai excuses atau alasan untuk tidak memulai sesuatu yang baru ...ya... jangan.. hehehe. makanya saya sisipin kata "nicht" diantaranya.
This is my first posting about my class. Here I want to share my experiences in teaching german, maybe it can be useful for some new german teachers.
Sekalian juga buat dokumentasiku sendiri.
Hari pertama masuk kelas X adalah hari yang selalu saja paling menarik bagi saya, untuk bertemu dengan siswa yang masih 'fresh', masih penuh rasa ingin tahu, apalagi rasa 'penasaran' dengan mata pelajaran yang baru bagi mereka. Karena umumnya bahasa Jerman belum diajarkan di SMP.
Pertemuan pertama selalu saja aku isi dengan perkenalan super singkat denganku sebagai guru bhs. jerman dan tentu saja perkenalan selayang pandang dengan 'Jerman' (Deutsch und Deutschland) itu sendiri.
Kegiatan 1: menyapa siswa dengan senyum dan semangat 'guten Morgen' dan 'wie geht's?' (tentu saja dengan sedikit Erklaerungen a.k.a Penjelasan bagaimana memberi salam dalam bhs. Jerman)dan dilanjutkan dgn ritual perkenalan.. (mein Name ist Raya, und du? Was ist dein Name?, ich heiße Raya, und wie heißt du, sambil menanyai beberapa murid), dan perkenalan singkat tentang saya dan some 'rules' dalam pelajaran saya. Ini penting loh... Biar sama-sama enak.
Kegiatan 2: perkenalan dengan 'Jerman' diawali dengan pertanyaan 'warum Deutsch?'. pertanyaan ini untuk menggali motivasi dari siswa sendiri, kenapa kalian memilih jerman (untuk mereka yg memang memilih sendiri), setelah terkumpul ide-ide dari mereka barulah biasanya saya akan memutarkan PPT saya tentang keuntungan belajar Jerman. ( bila ada yg mau liat contoh PPT saya bisa liat di postingan saya 'warum Deutsch') Atau sekedar berbagi cerita dan memotivasi mereka.
Pertanyaan kedua: 'was weißt du von Deutschland?'
ini lagi-lagi saya ajukan untuk mengumpulkan informasi dari siswa tentang bagaimana mereka melihat 'Jerman', dan ini biasanya lebih memotivasi mereka, karena sering muncul hal-hal yang menarik hanya dari pertanyaan ini. Kebanyakan hanya akan menjawab: sepak bola, Hitler, teknologi, dan tembok berlin. Dari situ saja kita sudah bisa banyak saling berbagi informasi. (saya bilang saling, karena kadang ada hal yang saya sendiri kadang kurang tahu dibanding siswa hehehe)
bagi saya pribadi, sebelum kita belajar bahasa Jerman akan lebih menarik bila kita mengenal sedikit lebih dekat si 'Jerman'nya (negaranya, budayanya, makanan dan minumannya, orang2nya, wisatanya, dll, dsb) nah, ketimbang meminta anak untuk googling sendiri dan presentasi, saya lebih suka memakai cara ini: Deutschland-quiz. (Mengenai Deutschland Quiz saya bahas di posting 'Deutschland-Quiz').
Karena di SMAK St.Alberus Dempo Malang saya mengajar selama 4 JP untuk satu pertemuan, biasanya saya baru memainkan quiz ini di session kedua (2 JP terakhir). Untuk siswa yang bisa memenangkan quiz tentu saja ada hadiah, biasanya berupa Pin atau gantungan kunci dengan bendera atau bahasa Jerman yang saya pesan dari seorang teman.
Jadilah pertemuan pertama diakhiri dengan senyum dan 'Tschüss' yang membahana...
Kesan pertama memang bukan segalanya, tapi ini penting. Itulah kenapa saya selalu ingin memberikan rasa nyaman pada siswa terlebih dulu, membuat mereka tahu apa yang akan mereka pelajari, apa keuntungannya, apa menariknya, sebelum masuk kedalam materi yang lebih serius.membuat mereka merasa nyaman dengan kita sebagai guru, sehingga sekiranya nanti mereka mengalami kesulitan, mereka tidak akan ragu bertanya. Karena tidak jarang ada siswa yang memilih jerman bukan karena keinginan mereka sendiri(atau terpaksa masuk kelas jerman).
Untuk siswa yang semacam ini biasanya saya hanya mengajak mereka untuk sharing dan memotivasi (percuma juga mereka dipaksa menyukai bahasa Jerman, yang lebih tepat mungkin mencuri perhatian mereka, bagaimana caranya tergantung anda sebagai guru hehehhe)
oke... Selamat mengajar... Viel Spass beim Unterricht
Subscribe to:
Posts (Atom)

No comments:
Post a Comment